Hidup itu seperti sekotak cokelat. Kadang ketemu kacang, kadang ketemu rasa ragu , tapi kita tetap ambil satu. Aku pernah berlari sejauh tiga blok rumah karena basah kehujanan—entah apa yang kupikirkan saat itu. Yang jelas, saat berlari, angin yang menerpa rasanya seperti pelukan dari udara. Dan Forrest Gump (1994) itu seperti pelukan dari layar lebar: sederhana, tanpa basa-basi, tapi bikin hati bergetar seperti kain lap yang diperas keras. Cerita Forrest Gump ini sebenarnya sangat sederhana. Dia pria sederhana dari Alabama , bicara pelan, jalan lambat, dan punya IQ yang orang bilang ‘rendah’. Tapi di dalam tubuhnya yang tidak luar biasa itu — tersimpan hati dan keberanian yang melebihi kemegahan panggung politik atau stadion sepak bola. Forrest tumbuh bersama ibu yang tegas. Ibu selalu bilang dua hal sederhana tapi berat: ‘Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain’ dan ‘Kamu spesial, Forrest’ . Kata-kata itu menancap, membentuk dasar kehidupannya: bahwa harga diri t...